Jumat, 04 Juni 2010

MY LOVELY SERVANT PART 1





MY LOVELY SERVANT (Part 1)

Author : Dhy

Cast : Kim keybum

Yoon eun hye

Lee jinki

Shinee

and the other cast

Ini ff pertama yang Dhy buat, maaf ya kalau agak geje……

“ hey aku sudah bilang jangan buka gorden kamarku”

“ hey jangan sentuh barang apapun yang ada dikamar ini”

“jangan tatap aku, jangan sentuh aku, dan satu lagi jangan bicara padaku”

Semua ucapan diatas begitu menusuk ditelingaku, ini semua gara-gara sewa rumahku yang tidak bisa ku bayar (Reader : apa hubungannya coba) dan inilah ceritanya kenapa aku bisa ada ditempat ini.

***

1 hari yang lalu

“eun hye, kapan kau akan bayar uang sewa rumahmu ha??? Ini sudah tanggal berapa? Aku tidak bisa menunggumu lagi, rumah ini sudah ada yang mau memakainya bila sampai sore ini kau belum bayar juga” jelas seorang ahjumma yang sibuk menggantung pakayannya di bawah terik mata hari.

“ne, aku akan mencoba membayarnya hari ini, tapi apa ahjumma tidak mau memberiku beberapa hari lagi” ucap ku sambil mengikat tali sepatu.

“ maafkan aku tapi aku sedang butuh uang sekarang, anakku harus segera membayar uang sekolahnya”.

“baiklah, klo begitu aku pergi kerja dulu”

Disebuah cafe

“ ensung, apa aku bisa meminjam uang” bisikku pada ensung yang sedang mengelap sebuah meja.

“ eun hye, ada apa???” Tanya ensung padaku sambil tetap mengelap meja

“ aku butuh uang untuk membayar sewa rumah tapi aku tidak punya tabungan sedikitpun” kini jari-jariku mulai mengetuk-ngetuk meja

“miane eun hye, tapi aku juga sedang tidak ada uang, kaukan tau kemarin kita harus bayar kuliah” ensung menatapku dengan tatapan iba.

“ ya eunsung, kenapa kau menatapku seperti itu, aku tidak akan kenapa-kenapa kalau cuma diusir, kan masih ada rumahmu” senyumku melebar menyembunyikan kekecewaanku.

“eun hye, kau bisa datang kapan saja kerumahku, eun hye tolong teruskan pekerjaanku, aku harus mengantar pesanan” ucap ensung kemudian meningalkanku.

Apa yang harus aku lakukan, kenapa hidupku harus sesulit ini tanpa sadar aku memukul-mukul kepalaku sendiri, saat aku berbalik aku melihat seorang pria yang sebaya denganku sedang tersenyum kearahku, jangan-jangan dia melihat tingkahku pekikku dalam hati.

“ ya~~ kenapa kau tersenyum seperti itu???” tanyaku pada pria itu

“ hey apa ini yang selalu kau lakukan pada pelangganmu???” dia malah balik bertanya dan tanpa menghapus senyuman dibibirnya.

“ baiklah TUAN, apa yang mau anda pesan?” tanyaku denngan sedikit penekanan pada kata tuan “ puas kau????” tambahku lagi.

“ 1 capucino ice”

“ 1 capucino ice akan segera datang” ucapku kemudian pergi meninggalkannya

Jam sudah menunjukan pukul 7 malam waktu soul, karena sekarang musim panas aku berjalan keluar café hanya dengan T-shirt, aku meminta untuk pulang lebih awal karena aku harus mengepak barang-barangku, ya tepat sekali aku harus segera pindah dari tempatku sekarang. Sepanjang jalan aku hanya menunduk.

“ eun hye, yoon eun hye “ panggil seorang pria dari sebuah mobil sport berwana hitam.

Aku menoleh, dan ya aku mengenal mobil beserta siempunya mobil yang sekarang sudah berdiri dihadapanku.

“ aisssh ada apa denganmu??? Hari ini kau tidak seperti biasanya???” ucapnya sambil mengacak-acak rambutkku yang memang sudah berantakan.

“ memangnya biasanya aku seperti apa???” tanyaku heran

“ aku antar pulang” aish pria ini mengabaikan pertanyaanku “ hey, aku antar pulang, ayolah” belum sempat aku menolak dia sudah menarik tanganku kemobilnya.

Hening

“ hey kau mengganti interior mobilmu ya???” tanyaku memulai pembicaraan

“ bagus tidak???” dasar kebiasaan selalu saja mengabaikan pertanyaanku “ hey bagus tidak???” ulangnya.

“ hey lee jinki bisa tidak kau menjawab pertanyaanku dengan jawaban, bukan malah balik bertanya”

“ wah wah wah, kau marah? Baiklah baiklah, ne aku mengganti interior mobilku”

Apa??? dasar orang kaya selalu saja buang-buang uang, tidak tahu apa masih banyak orang sepertiku di dunia ini, maksudku orang-orang yang benar-benar membutuhkan uang untuk hal yang penting.

“ eun hye, ada apa sich denganmu? Kenapa kau banyak melamun hari ini?”

“ ah tidak, jinki berhenti disini saja, sebentar lagikan sampai” pintaku pada jinki

“loch kenapa tidak sampai depan rumahmu???”

“kau akan repot bila harus memutar balik mobilmu” jawabku asal, sebenarnya aku tidak mau kalau sampai jinki tahu aku harus pindah rumah dengan terpaksa, pasti dia akan membantuku. Akupun turun dari mobil “ jinki, gomao~~~” ucapku sambil melambaikan tangan pada jinki.

“ eun hye, besok aku akan menemuimu di kampus, tidur nyenyak ya” ucap jinki kemudian mobilnyapun melesat menjauhiku.

Sesampainya dirumah aku segera membereskan barangku, kemudian seseorang masuk ke dalam rumah.

“ eun hye, kau memutuskan pindah?”

“ ea, aku belum bisa bayar uang sewanya, untuk sementara waktu aku akan tinggal dirumah teman” jelasku

“baiklah, aku benar-benar minta maaf, karena tidak bisa mempertahankanmu dirumah ini”

“tidak apa-apa ahjuma, aku mengerti, tapi ahjuma aku belum bisa bayar uang sewaku untuk dua bulan ini sekarang, aku akan membayarnya minggu depan saat aku menerima gajiku”

“tidak usah eun hye, uangnya bisa kau pakai untuk biaya hidup”

“tidak tidak itu hutangku, jadi aku harus membayarnya” ucapku dengan senyuman “ahjuma aku harus segera pergi, sudah malam” ucapku saat melihat jam ditanganku menunjukan pukul 9.

“ hati-hati ya eun hye”

***

Saat aku sampai didepan rumah eunsung, dia belum pulang dari café, aku menungunya sekitar setengah jam.

“ eun hye, mian membuatmu menunggu” suara eunsung membuyarkan lamunanku

“ ow tenang saja, akukan sudah biasa menunggu”

“ ayo masuk” eunsung membuka pintu kemudian aku mengikutinya. Rumah eunsung memang kecil paling tidak ini benar-benar rumahnya bukan sewaan.

“ apa hari ini café ramai sampai kau pulang larut???” tanyaku penasaran

“tidak, tadi aku bertemu pamanku, ow ya dia menawarkan pekerjaan, tapi aku menolak”

“kenapa???”

“aku harus menginap ditempat kerjaku”

“kerja apa???”

“pelayan, tidak tidak, jangan berpikir kalau kau mau bekerja disana”

“memangnya kenapa?” tanyaku bertambah heran

“pamanku bercerita kalau tuan mudanya itu orang yang menyebalkan, banyak sekali pelayannya yang minta berhenti, memang sich gajinya lumayan dibandingkan pekerjaan pelayan pada umumnya, tapi kalau harus menghadapi orang menyebalkan, siapa yang tahan”

Bisa tinggal gratis, makan gratis, uang gaji lumayan, kenapa tidak aku ambil saja.

“ eunsung, apa aku bisa bekerja disana?”

“apa kau yakin? Kaukan sudah punya pekerjaan”

“tapikan aku sedang butuh uang, apa disana ada hari libur?”

“ada, jadwalnya bisa menyesuaikan”

“ kalau begitu aku akan bekerja disana, dan aku akan mengambil waktu libur pada hari weekend, dan saat weekend aku akan bekerja di café bersamamu, ow ya apa aku bisa tetap kuliah?”

“tentu, pamanku bilang ada pengecuallian untuk pelayan yang masih kuliah, jadi mereka bekerja dari siang sampai makan malam selesai”

Kalau begitu aku akan bekerja disana, kau harus segera menelepon pamanmu, pamanmu bekerja disana sebagai apa?”

“dia koki, baiklah aku akan meneleponnya sekarang lebih baik kau tidur”

“OK” ucap ku

Mulai besok aku harus bekerja keras, fighting eun hye, ow ya akukan belum bertanya tuan muda itu umur berapa, tapi dari cerita eunsung tadi sepertinya dia masih anak-anak, ya kalau cuma anak-anak pasti bisa ku atasi.

***

Keesokan hari….

“eunsung, apa kau tidak ada kuliah pagi ini?” tanyaku sambil mengguncang-guncangkan tubuh ensung yang masih terbaring di ranjang.

“ aku tidak ke kampus, mmm aku akan mmm mengurus pekerjaanmu hari ini” gumam eunsung tanpa merubah posisi tidurnya.

“baiklah, kalau begitu aku ke kampus, terimakasih eunsung, ow ya sarapanmu sudah ada di meja”

***

Saat sampai dikampus sepertinya aku sudah terlambat dikelas pertamaku, aku pun mengendap-endap agar bisa masuk kedalam kelas saat tiba-tiba dosen itu memergokiku.

Annyeong haseoyo” ucapku dengan wajah paling polos yang bisa kubuat

“kamu lagi?” (pake bahasa kamu karena dosen adalah orang berpendidikan, anggaplah dosen itu berbicara formal*)

Aku hanya tersenyum kemudian duduk saat dosen itu mempersilahkanku duduk.

“tadi malam kau menginap dimana?” bisik jinki

“we?”

“semalam kau menginap dimana?”

“aku akan menjelaskannya nanti”bisikku sambil mengedipkan sebelah mataku, aku tau jinki kini hanya diam dan menatapkku bingung.

Saat kelas pertamaku selesai jinki langsung menghampiriku.

“ya, tidur dimana kau semalam? Kenapa tadi pagi saat aku menjemputmu kau tidak ada?”

“semalam aku tidur dirumah eunsung, dan aku sudah tidak tinggal dirumah itu, kau mengerti kenapakan”jawabku dengan senyum yang masih kupasang diwajahku.

“apa, jadi sewamu sudah habis? Kau tidak memperpanjangnya, kenapa kau tidak bilang padaku, akukan bisa membantumu, lalu kau akan tingal dimana???”

“lee jinki sahabatku, kau jangan hawatir, aku sudah dapat pekerjaan dan aku akan tinggal ditempat kerjaku itu, lagipula akukan tidak mau terus merepotkanmu, hey jinki lihat, han yojo sepertinya tidak menyukaiku ada didekatmu”

“kenapa tiba-tiba kau membicarakan gadis menyebalkan itu?”

“karena dari tadi dia memperhatikan kita” kemudian hanphoneku berdering “ ini eunsung, aku harus mengangkatnya” ucapku pada jinki yang sedari tadi melihat kerahku dengan tatapan ‘siapa yang menelepon’

“ne, baiklah aku akan segera kesana” ucapku “ea aku bisa meningalkan kelas ko, kan cuma satu hari, ya sudah tunggu aku sebentar” akupun menutup telepon dari eunsung.

“jinki, besok aku pinjam catatanmu, aku harus pergi ketempat kerja baruku sekarang” ucapku pada jinki yang memperhatikanku sibuk membereskan buku.

“ya, kau mau pergi sekarang?”

“akukan sudah bilang ya”

“mau aku antar?” Tanya jinki

“kau gila ya, aku akan bekerja disebuah rumah, dank kau akan mengantarku dengan mobil mewahmu itu, mereka akan menyangka kalau aku itu tamu”

“baiklah, kalau begitu hati-hati, jangan lupa telepon aku” ucap jinki, kemudian akupun meningalkan kelas.

***

“eun hye, sini” panggil eunsung

“hey, maaf membuatmu menunggu” ucapku terengah-engah karna berlari dari kampus tadi.

“kenalkan ini pamanku” ucap eunsung memperkenalkan seorang ahjussi yang berada di sampingnya.

“annyeong, aku yoon eun hye” ucapku ramah

“baiklah, kita harus buru-buru karna aku harus menyiapkan makan malam” ucap ahjussi.

Dan akupun memeluk eunsung “aku akan meneleponmu”ucapku.

***

Rumah majikanku sangat besar, lebih mirip hotel dibandingkan rumah, sekarang aku berganti seragam pelayan dan sedang diajak keliling rumah oleh kepala pelayan, dia tidak mau kalau aku panggil haelmonii dia hanya ingin dipanggil kepala pelayan Han.

“noona yoon, ini kamar tuan muda, jangan masuk bila tidak ada urusan, ini kamar tuan muda” jelasnya

“tuan muda? Lagi?” tanyaku bingung

“keluarga kim punya dua anak, dan dua-duanya laki-laki”

Aku hanya mengangguk-anggukan kepala tanda mengerti.

“lebih baik sekarang kau bangunkan tuan muda” ucap kepala pelayan Han, saat kami berada didepan kamar yang tadi sudah kami lewati, ya lebih tepatnya kamar yang pertama kali ditunjukan.

“apa? Jam segini, dia tidur siang sampai jam 5 sore?”

“jangan banyak bertanya” kepala pelayan han pun pergi meningalkanku.

Dasar anak kecil, jam segini masih tidur, jangan-jangan aku juga harus memandikannya. Akupun memasuki kamar dan gelap tak ada cahaya matahari yang masuk kekamar, akupun berjalan kerah jendela kemudian mulai menarik gorden yang tertutup rapat tetapi kemudian.

hey aku sudah bilang jangan buka gorden kamarku” suara seorang pria menghentikan gerakanku.loh bukanya aku harus membangunkan seorang anak kecil pikirku, aku pun memutuskan untuk mengambil sebuah figura yang ada diatas meja, hanya untuk meyakinkan siapa penghuni kamar ini yang sekarang ada dibawah selimut.

“ hey jangan sentuh barang apapun yang ada dikamar ini” ucap pria itu lagi sekarang dia sudah duduk dan membuka selimut yang sedari tadi menutupi semua tubuhnya. Aku kaget saat meliahat tuan muda yang kupikir anak kecil ternyata usianya tidak jauh beda denganku, atau mungkin usia kita sama, aku tidak sadar saat tanganku mulai bergerak dan akan menyentuhnya tapi gerakanku berhenti saat pria itu berkata “jangan tatap aku, jangan sentuh aku” saat aku akan membuka mulutku untuk berbicara pria itu berkata lagi “ dan satu lagi jangan bicara padaku”.

TBC





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar